Pujasera Menjadi Sarang Mafia BBM Bersubsidi

0
49

Pekanbaru |.- SPBU.14.282.635. di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru Riau tidak pernah jera walaupun sudah 4 kali ini di pergoki oleh awak media Ansori, ketika melakukan aktivitas diduga kuat sebagai persekongkolan antara Pihak dari operator SPBU .14.282.635. dan sudah di ketahui oleh pemilik SPBU.14.282.635., tersebut.

Ulah nakal dari operator dengan Mafia BBM bersubsidi pada hari ini kembali terjadi penemuan sarang para mafia BBM bersubsidi yang berlokasi di jalan Arifin Ahmad kota Pekanbaru. Selasa (27/04/2021) sekitar pukul: 09: 30 wib.

Namun pihak pemilik SPBU.14.282.635., juga ketika di konfirmasi selama ini mengatakan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Tetapi saat di konfirmasi ulang pemilik SPBU dan manager tidak dapat ditemui dan tidak dapat dimintai keterangannya lewat sambungan seluler Terkait temuan pagi hari ini.

Hal seperti ini malahan sudah ke 4 kali nya SPBU.14.282.635.,ini di pergoki wartawan sedang melakukan aktivitas, diduga pembiaran para mafia melakukan penimbunan BBM bersubsidi yang di lakukan tidak jauh dari SPBU.14.282.635. sangat bersebelahan dengan pagar SPBU .14.282.635.tersebut tempat para pelansir menimbun BBM bersubsidi dengan cara mengeluarkan BBM bersubsidi jenis Pertalite menggunakan selang berlapis dari tangki motor Thunder dan Honda Verza di tempat tersebut.

Menurut dari beberapa Mafia pelansir BBM bersubsidi itu, ketika di minta konfirmasi mengatakan mereka membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite dari SPBU sebelah ujar dari salah satu pelansir BBM nya tersebut kepada wartawan.

“Para Mafia BBM bersubsidi ini tidak hanya menggunakan derigen jumlah besar namu juga menggunakan mobil yang sudah di modifikasi mereka menggunakan Tangki di dalam mobil tersebut.

Dengan jumlah sangat besar mencapai muatan mulai dari 1 ton sampai 2 ton yang sudah pernah terpergok oleh wartawan selama ini.” jelas Ansori

Makan dari itu kami meminta Khususnya kepada pihak Pertamina Riau, Aditia Agung agar segera melakukan tindakan tegas dan memberikan Sangsi berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dan di cabut izin SPBU.14.282.635. tersebut.

“Sesuai apa yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah Daerah Riau dan selama ini Gubernur Riau, Syamsuar dan Pihak Kepolisian di wilayah hukum Polresta AKBP Nandang Mu’min Wijaya dan (Kapolda) Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi S.H, SIK MSi.

Kapolda Riau juga sudah memberikan surat edaran kepada seluruh SPBU.14.282.635. agar tidak melakukan kecurangan dalam hak subsidi BBM milik masyarakat luas. Tidak di benarkan untuk menjual kepada para mafia dengan menggunakan derigen jumlah besar.apabila ketauan makan akan ada pidananya.Apabila pihak SPBU tersebut melakukan pelanggaran bukan hanya berbentuk Sangsi dari Pertamina saja.

Sedangkan pihak SPBU tersebut dan pihak Pertamina belum dapat di konfirmasi sampai berita ini di tanyangkan.

 

Reporter : ANSORI/Parinton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here